2014

..

me

..

Art

..

sketsa

...

Tampilkan postingan dengan label Material Ramah Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Material Ramah Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2015

Laporan Perancangan (SPA2)

KONSEP PERANCANGAN SPA 2 
"RAMAH LINGKUNGAN"



Rumah bukanlah hanya tempat untuk berlindung tetapi juga mencerminkan selera dan status sosial penghuninya. Apa pun konsep yang menjadi pilihan kita, hal yang tidak boleh dikesampingkan adalah bahwa rumah kita haruslah ramah lingkungan.

Konsep dari rumah ramah lingkungan mencuat setelah bergulirnya isu pemanasan global. Manusia dengan segala cara berupaya mengatasi dampak dari pemanasan global. Salah satunya yang dilakukan adalah menciptakan hunian yang hijau serta ramah lingkungan. Apakah rumah ramah lingkungan Itu? Paling tidak hal yang perlu diperhatikan ada empat faktor untuk membangun rumah yang ramah lingkungan, pola pemanfaatan air, desain rumah itu sendiri, penggunaan listrik serta pengolahan dari limbah rumah tangga domestik.



Desain Rumah

Jika Anda berniat membangun rumah, coba alokasikan 30% dari luas lahan yang ada untuk ditanami berbagai tanaman penghijauan atau tanaman hias. Sifat tumbuhan yang menghisap karbondioksida dan menghasilkan oksigen tentunya sangatlah bermanfaat untuk memperbaiki kualitas udara di sekitar rumah Anda. Selain Itu juga, perlu ruang hijau yang dapat berfungsi untuk area resapan air, sebab area yang banyak ditumbuhi oleh tanaman pastinya akan lebih banyak menyerap air. Desain rumah yang ramah lingkungan terdapat banyak memiliki bukaan baik berupa pintu maupun jendela untuk sirkulasi udara, supaya selalu mendapatkan pasokan udara bersih.

Perancangan bangunan ramahlingkungan sudah menjadi keharusan dalammengantisipasi kerusakan lingkungan dan perubahan iklim di dunia Indonesia , dengan memperhatikan:

a. Tepat Guna Lahan

Proporsi Luas &Kualitas Ruang TerbukaHijau.Tujuannya untuk memelihara ataumemperluas kehijauan kota untuk meningkatkankualitas iklim mikro, mengurangi CO2 dan zat polutan; mencegah erosi tanah; mengurangi beban sistem drainase menjaga keseimbanganneraca air bersih dan sistem air tanah. Tolokukurnya adalah adanya area lansekap berupavegetasi (softscape) yang bebas dari struktur bangunan dan struktur sederhana bangunantaman (hardscape) di atas permukaan tanah ataudi bawah tanah. Perancangan bangunan memangdituntut untuk memberikan kontribusi terhadap perbaikan lingkungan hidup



b. Aadanya pertamanan

Tujuannya untuk memelihara ataumemperluas kehijauan kota untuk meningkatkankualitas iklim mikro, mengurangi CO2 dan zat polutan; mencegah erosi tanah; mengurangi beban sistem drainase; menjaga keseimbanganneraca air bersih dan sistem air tanah. Tolokukurnya adalah adanya area softscape minimal40% dan penggunaan tanaman lokal



c. Manajemen Pengelolaan Air Hujan
Tujuannya untuk mengurangi beban drainase lingkungan dan banjir. Tolok ukur: peresapanminimal 50% sampai 85% dari volume air hujanharian, antisipasi banjir lingkungan, danteknologi pengelolaan air hujan. Sesuai prinsip zero waste, perancangan pengelolaan air hujandilakukan dengan:

- Adanya sumur resapan air hujan atauembung/ kolam; dengan meneliti dayakapilaritas tanah dan curah hujan berdasarkan data BKMG.

- Adanya bak penampung untukmemanfaatkan air hujan sebagai sumberair bersih (rain water harvesting )

- Adanya teknologi-teknologi yang dapatmengurangi debit limpasan air hujan kedrainase lingkungan, seperti sumurinjeksi



d. Pencahayaan Alamiah
Tujuannya mendorong penggunaan cahaya alami secara optimal dalam desain untukmengurangi konsumsi energi.



e. Mendorong penggunaanventilasi yang efisien di area publik
Tolok ukurdan desainnya adalah tidak memberikan AC padaruang WC, tangga, koridor, dan lobi lift, sertamelengkapi ruangan tersebut dengan ventilasialami ataupun mekanik



f. Penggunaan Material Bekas/Daur Ulang.
Tujuannya memanfaatkan material bekas(reused ) bangunan lama dan/atau dari tempat lainuntuk mengurangi penggunaan bahan mentah baru, mengurangi limbah pembuangan danmemperpanjang usia bahan material. Tolokukurnya adalah menggunakan kembali semuamaterial bekas, baik dari bangunan lama maupuntempat lain, berupa bahan struktur utama,fasad, plafon, lantai, partisi, kusen, dan dinding, setaraminimal 10% dari total biaya material. Semakin besar persentase penggunaan material penilaian bertambah. 


g. Penggunaan Material yang Tidak MerusakOzon.
Tujuannya adalah menggunakan bahan yangtidak memiliki potensi merusak ozon. Tolok ukurdan desainnya adalah tidak menggunakan bahan perusak ozon pada seluruh sistem gedung


h. Penggunaan Material Prefabrikasi
Tujuannya meningkatkan efisiensi dalam penggunaan material dan mengurangi sampah produksi.


i. Kenyamanan Termal.
Tujuannya adalah menjaga kenyamanan suhudan kelembaban udara ruangan yangdikondisikan tetap stabil untuk meningkatkan produktivitas pengguna rumah


Source://www.academia.edu/7029608/PERANCANGAN_ARSITEKTUR_RAMAH_LINGKUNGAN_PENCAPAIAN_RATING_GREENSHIP_GBCI




TAHAPAN PERANCANGAN 


TOR



Merupakan perancangan yang menentukan konsep, tema dan site yang sesuai.






SITE, DATA & KEBUTUHAN RUANG


Menjabarkan site, data penghuni rumah dan juga menuliskan kebutuhan-kebutuhan ruang dalam rumah.






HUBUNGAN RUANG & ORGANISASI RUANG





BESARAN RUANG



Menuliskan secara lengkap besaran-besaran ruang sesusai dengan kebutuhan penghuni di dalam rumah.






ANALISA SITE

Menganalisa site secara lengkap, dari mulai tingkat kebisingan, cahaya sinar matahari, tingkat aksesbilitas penghuni di dalam rumah dan menganalisa view sekitar pada site.











ANALISA SITE AKHIR & GUBAHAN MASSA







PENDEKATAN DESAIN

- PENDEKATAN ARSITEKTURAL RAMAH LINGKUNGAN





- MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN




DESAIN

Sabtu, 25 April 2015

Material Bangunan Ramah Lingkungan


"MATERIAL BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN"

Pemanfaatan material bekas atau sisa untuk bahan renovasi bangunan juga dapat menghasilkan bangunan yang indah dan fungsional. Kusen, daun pintu atau jendela, kaca, teraso, hingga tangga dan pagar besi bekas masih bisa dirapikan, diberi sentuhan baru, dan dipakai ulang yang dapat memberikan suasana baru pada bangunan. Lebih murah dan tetap kuat.

Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan
b. Saat proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan
c. Dapat menghubungkan kita dengan alam, terkesan alami dari material tersebut (misalnya bata  
    mengingatkan kita pada tanah, kayu pada pepohonan)
d. Bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (karena menghemat energi BBM untuk memindahkan 
    material tersebut ke lokasi pembangunan)
e. Bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami

"Semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan."


  • Untuk kerangka bangunan utama dan atap
       Kini material kayu sudah mulai digantikan material baja ringan. Isu penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan kelestarian bumi. Peran kayu pun perlahan mulai digantikan oleh baja ringan dan aluminium.

        Baja ringan dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil.
  • Kusen jendela dan pintu
          Mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa datang. Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan ulang), bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai gaya hidup modern), dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna, bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu).
  • Bahan dinding
        Dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik. Batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan.

Kehalusan permukaan dan warna bahan bangunan sangat menentukan iklim mikro di sekitar bangunan, warna cerah dan permukaan licin adalah pemantul sinar matahari yang baik dan menaikkan suhu sekitar. Warna gelap dan permukaan kasar akan membantu meredam dan menyerap sinar dan panas matahari. Bahan bangunan berpori mudah meluncurkan panas dan meluncurkannya kembali jika suhu udara disekitarnya menurun. Sangat bijaksana jika memanfaatkan bahan-bahan bangunan alami seperti aslinya untuk pelapis dinding dan lantai luar.

Holden Show